fbpx

AMBUSH MARKETING BRAND LOKAL DI PARIS FASHION WEEK

Kemarin heboh brand2 lokal yg mengklaim hadir di Paris Fashion Week (PFW) 2022.

Usut punya usut, rupanya brand2 tsb bukan diundang/dikurasi oleh penyelenggara PFW tp bikin event fesyen sendiri n kmd mengasosiasikan diri dgn PFW.

Caranya dgn mggunakan nama yg “nyrempet2” PFW, yaitu: Paris Fahion Show.

Dlm dunia mrktg trik ini disebut AMBUSH MARKETING.

Per definisi ambush marketing (AM) adl aktivitas brand yg mengasosiasikan diri dgn event bsr tertentu (umumnya event olahraga dgn sponsorship) tp brand tsb bukanlah official sponsor event tsb.

Tujuannya, scra oportunistik mndptkan manfaat dgn cara “menunggangi” event tsb.

Tentu sj aksi ini merugikan baik pemilik event (krn “dicatut” namanya) maupun bagi official sponsors, yg sdh bayar mahal sponsorsip tp justru pihak lain pelaku AM yg mndpt manfaat.

Pada saat gelaran World Cup or Euro praktik AM marak. Contohnya, brand menggelar acara nobar World Cup pdhl ia bukan official sponsor World Cup.

AM ada dua jenis. Pertama, “INDIRECT Ambush” yaitu klo si brand menggunakan nama yg tak sama utk pengelabuhan: “Paris Fashion Show”. Kedua, “DIRECT Ambush” klo pelaku AM mggunakan nama resmi yg sama: “Paris Fashion Week”). Yg kedua ini tentu saja ilegal.

Pertanyaannya, apakah aksi yg dilakukan brand2 lokal (yg dikoordinasikan Gerkrafs) itu baik or tidak?

Wlpun praktik AM byk dilakukan brand2 di seluruh dunia n mjd fenomena yg umum, namun sebaiknya AM tdk dilakukan.

Kenapa?

Mmg scra legal tdk menyalahi (krn nama yg dipakai adl “Paris Fashion Show”, bukan “Paris Fashion Week), tp scra etik, menurut sy kurang ethical n kurang elok.

Mmg brand bs mengolah kreatifitas shg pengelabuhannya “tak terbaca” oleh pemilik event. Tp tetap sj, fondasi dr brand-building adl moralitas n etika.

Ingat, jantung dr brand-building adl TRUST,  yaitu bgm brand dipercaya oleh konsumennya.

Klo brand berani coba2 bermain dgn etika melalui trik2 pengelabuhan n cara2 mrktg yg tidak santun, mk BRAND TRUST akan berada di ujung tanduk.

Ini sangat riskan bg kelangsungan brand dalam jangka panjang.

Semoga kasus ini mjd pmbelajaran.

Follow @yuswohady

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Gen Z: Tren & Potensi Besarnya

Next Post

#JurnalSepekan2 Air Asia Money, Warkop NYC, dan Paris Fashion Show

Related Posts
Total
0
Share