fbpx

BRAND ENDORSER PROFESI “DI UJUNG TANDUK”

Beberapa Pelajaran

Satu-persatu brand endorser, influencer, dan selebritas yang mengendorse investasi bodong dipanggil polisi.

Ada Ivan Gunawan, Ello, DJ Una, Rizky Billar, Lesti Kejora, dll. Rangkaian gerbong brand endorser berurusan dengan polisi bakal terus berlangsung dalam beberapa minggu ke depan.

Di era horizontal, setiap orang punya media dan bisa mengkapitalisasi media tersebut dengan menjadi  brand endorser.

Tak hanya MEGA ENDORSER dengan jutaan followers, MICRO dan NANO endorsers pun kini laris manis menjadi endorser untuk target circle dan target audience-nya masing-masing.

Kasus ini menjadi pelajaran sangat berharga bagi endorser agar tak celaka di kemudian hari. Berikut beberapa pelajarannya:

#1. TELITI SEBELUM DIBELI

Sebelum menerima tawaran endorse Anda harus memastikan bahwa produk dan perusahaan yang di-endorse harus tak bermasalah. Contohnya investasi bodong yang sekarang marak.

#2. AWAS KENA SOMASI

Endorser adalah pihak yang punya andil dalam mempengaruhi konsumen membeli produk/layanan.

Ini merupakan RISIKO yang harus diantisipasi oleh setiap endorser jika si konsumen melakukan somasi ke mereka.

Dalam kasus investasi bodong hal ini sudah terjadi dimana konsumen yang dirugikan meminta pertanggung-jawaban kepada si endorser. 

Hati-hati, kini profesi brand endorser kian berisiko

#3. JAGA REPUTASI

Jangan dikira endorser tak perlu building brand. Endorser harus membangun PERSONAL BRAND dengan cara membangun identitas dan positioning yang clear dan fokus.

Karena itu mereka harus selektif dalam memilih brand yang RELATE & RELEVANT dengan identitas dan positioning tersebut. Jadi nggak bisa asal ambil.

Follow yuswohady

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

GARUDA MENJADI SARANG PENYAMUN?

Next Post

KOPIKO & ELON MUSK

Related Posts
Total
0
Share