fbpx

SYNERGY WAY OF ECOSYSTEM COLLABORATION

Bagaimana Memenangkan The Profit Game Pasca Pandemi, Bukan Lagi melalui Disrupsi Digital, Melainkan Kolaborasi Ekosistem Yang Terintegrasi.

Winning The Profit Game saat ini hanya bisa dilakukan dan dibangun dengan cara kolaborasi ekosistem yang nyata, yaitu memastikan kekuatan dan kelemahan kapabilitas, secara maraton budaya inovasi harus digenjot, semua untuk penguatan fundamental baik untuk intra dan inter kapabilitas, membentuk pelanggan loyal, dan ujungnya pelanggan menikmati kemudahan.” – Achmad Sugiarto, penulis.

Buku ini merupakan kelanjutan buku Achmad Sugiarto sebelumnya yang berjudul Synergy Way of Disruption (2016) yang disusun berdasrkan pengalamannya bersama Michael E. Raynor, seorang Doktor Harvard Business School dan berdasarkan pengalamannya bersama Telkom.

Berbeda dari buku sebelumnya, dalam buku Synergy Way of Ecosystem Collaboration (2022), Anto menulis berdasarkan pemikiran-pemikiran yang muncul dari pengalaman, pengamatan dan sensitivitas yang semakin peka terkait dinamika lanskap bisnis nasional dan global saat ini. Tentunya, didukung inspirasi yang datang dari Kalla Group yang memiliki mega ekosistem besar di Indonesia.

Untuk mendesain ekosistem kolaborasi, buku ini merumuskan tahapan dalam mengembangkan ekosistem ke dalam model. Terdapat empat tahapan yang harus dikembangkan pemain inkumben dalam mendesain ekosistem platform yakni enabler, realizer, orchestrator, dan experiencer. Proses ini bisa dilakukan dalam dua arah, tergantung bagaimana kita memulai prosesnya.

Enabler ialah cara membuka keran strategic partnership dengan para inovator (misalnya startup, atau siapapun yang berpotensi memberikan value added) untuk bersama-sama berkontribusi mencapai common purpose.

Realizer ialah upaya impactful mengintegrasikan ecosystem innovation (baik inovasi dari dalam dan luar perusahaan, termasuk startup, yang berpotensi menambah value added) ke dalam rantai nilai bisnis perusahaan inkumben, sehingga dapat memaksimalkan portofolio yang ada dan membesarkan potensi pasar saat ini (existing market) secara bersama-sama.

Orchestrator yakni kemampuan mengorkestrasi sumber daya internal (the core) dan eksternal (startup ecosystem) untuk menghasilkan value proposition dalam bentuk produk/layanan bagi konsumen yang diakses melalui platform digital atau aplikasi super.

Experiencer adalah orang yang merasakan dari pengalaman dari interaksi dan transaksi. Jika dahulu Bernd H. Schmitt memperkenalkan istilah experiential marketing dengan panca-indra, Simon David Clatworthy memperkenalkan experiential value proposition karena pengalaman interaksi di setiap touch point dalam customer journey.

DAFTAR ISI

ORDER NOW