fbpx

BUMN BANGKRUT

Yang terbaru Krakatau Steel (KS) yg terlilit utang dan terancam bangkrut.

Minggu ini (2/12) Erick Thohir mengungkap kemungkinan KS Desember ini bangkrut jika langkah-langkah restrukturisasi gagal dilakukan.

Sebelumnya Garuda mengalami nasib sial yang sama. Wamen BUMN Kartika Wirjoatmodjo menyatakan secara teknis Garuda sudah bangkrut karna ekuitasnya negatif Rp 40 triliun.

Seperti efek domino, kebangkrutan BUMN ini merembet ke BUMN-BUMN lain: PTPN, BUMN karya, dst-dst. Bahkan minggu lalu Pak Erick mengatakan telah menutup lebih 70 BUMN untuk menghindari bleeding lebih jauh.

Walapun kesulitan keuangan mereka sudah sejak lama, namun pandemi menjadi pukulan telak yang membuat mereka tersungkur bangkrut.

Apa yang saya sebut PANDEMIC DISRUPTION memang menjadi momok “malaikat pencabut nyawa” bagi BUMN BUMN yang sakit.

Ada 4 ciri BUMN yang menjadi sasaran empuk “si malaikat pencabut nyawa”:

#1. ASSET-HEAVY
Aset fisik amat besar namun tidak produktif dan beban OVERHEAD begitu menghimpit. Akibatnya, mereka tak punya AGILITY dan RESILIENCE menghadapi disrupsi pandemi. 

#2. DEBT-HEAVY
Utang menggunung sementara arus kas seret. Utang besar sebelum pandemi mungkin tak masalah. Namun begitu pandemi datang, demand mandek, revenue nol, gagal bayar pun tak terhindarkan.

#3. INEFFICIENT-PROTECTED
Mereka menjalankan bisnis captive yang dilindungi regulasi dan biasanya tidak efisien. Ini diperparah lagi mereka lelet merespon perubahan karna birokrasi yang membelit.

#4. CORRUPTION
Seperti benalu yang terlanjur mengakar, BUMN-BUMN bermasalah ini umumnya mengidap KANKER stadium 4 yaitu korupsi. Korupsi ini terjadi karna niat jahat dari pengelola or karna MIS-MANAGEMENT dan BAD-GOVERNANCE.

Untungnya bangsa ini punya mindset “selalu beruntung”. Alih2 mencelakakan, disrupsi pandemi jstru membawa keberuntungan.

Untung disrupsi pandemi “membangkrutkan” BUMN-BUMN bermasalah. Karna dengan begitu Pak Erick lebih ringan “membersihkan” BUMN pesakitan.

Kalo tak ada disrupsi pandemi barangkali pak Erick tak punya NYALI untuk melakukan langkah-langkah ekstrim dan berani.

Dan tanpa langkah-langkah ekstrim ini STATUS QUO akan kian runyam.

+ Perongrongan BUMN aka terus berlanjut
+ Mis-management and bad governance kian melembaga.
+ Dan korupsi di tubuh BUMN akan kian langgeng.

Follow  @yuswohady
Follow  @inventureknowledge

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post

ANCAMAN OMICRON “4 SKENARIO”

Next Post

Every Brand Will Be A Digital Brand

Related Posts
Total
0
Share