fbpx

DEMAND SHOCK MUDIK

REVENGE MUDIK yang saya prediksikan sebulan lalu kini terbukti.

Setelah 2 tahun tak bisa mudik, kini masyarakat BALAS DENDAM mudik.

Rekor sepanjang sejarah mudik, sebanyak 1,7 juta kendaraan dari Jabodetabek mengular ke kampung halaman.

Triliun rupiah mengalir deras ke kampung-kampung di Jawa, menyambangi warung-warung,, resto, toko oleh-oleh, toko baju… ruarrrr biasa.

Saya prediksi, beberapa hari ke depan bakal terjadi DEMAND SHOCK.

DEMAND SHOCK terjadi jika DEMAND begitu melimpah jauh melebihi SUPPLY yang tersedia.

Contohnya tadi malam saya di Jl. Raya Kuta, Bali, mau cari makan malam aja sulitnya minta ampun. Kalo pun bisa harus rela ngantri berjam-jam.

Ya, karena memang kapasitas tempat duduk yang tersedia kewalahan menampung pencari kuliner yang membludak.

Hotel kondisinya sama. Saya masih ingat setahun lalu hotel di Bali begitu murah, harga bisa 1/3 or 1/4 harga normal.

Kini dengan adanya DEMAND SHOCK, harga langsung melonjak 3-4 kali lipat.

Gampang ditebak, INFLASI bulan April-Mei bakal menjulang tinggi.

Celakanya, hotel dan resto di Bali banyak yang terlanjur merumahkan karyawannya besar-besaran semasa pandemi. Sehingga dengan adanya DEMAND SHOCK mereka tak siap mengantisipasi limpahan konsumen.

Di tengah fenomena DEMAND SHOCK ini, ada tren yang membuat saya bungah.

Saya amati kuliner yang banyak diburu oleh mudikers adalah KULINER LOKAL yang unik dan kebanyakan dikelola oleh UKM daerah, bukannya gerai-gerai waralaba global.

Sehingga mudah-mudahan lebaran kali ini betul-betul menjadi MOMENTUM kebangkitan EKONOMI LOKAL setelah babak-belur diterjang pandemi.

Follow @yuswohady

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post

Film KKN di Desa Penari vs Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Inikah kebangkitan film lokal?

Next Post

SHAREABLE CONTENT

Related Posts
Total
0
Share