fbpx

Film KKN di Desa Penari vs Doctor Strange in the Multiverse of Madness. Inikah kebangkitan film lokal?

Biokop mulai pulih dan berangsur membaik.

Setelah 2 tahun bioskop mengalami mati suri, kini seketika masyarakat mulai berbondong-bondong mampir ke bioskop.

Alasannya sederhana, penonton sudah mulai confident untuk beraktifitas di luar rumah dan sudah mulai bosan menonton film melalui layanan OTT. Di lain sisi, ramainya bioskop juga didukung oleh film-film yang mampu menarik perhatian masyarakat dan sudah dinantikan lama oleh para penggemar.

Sebut saja film The Batman yang diperankan oleh Robert Pattinson dirilis pada tanggal 2 Maret 2022 lalu. Kemudian film Fantastic Beast: The Secret of Dumbledore. Serta akhir-akhir ini dua film yang sedang naik daun dan memperoleh kepopulerannya yaitu KKN di Desa Penari dan Doctor Strange in The Multiverse of Madness semakin meramaikan perbioskopan di Indonesia.

Menariknya film KKN di Desa Penari telah mencatatkan rekor positif di dunia perfilman Indonesia dengan menjadi film pertama yang mampu meraih 3 juta penonton setelah industri perfilman nasional tiarap karena pandemi.

Tak hanya itu film bergenre horor lokal ini juga mampu menyaingi film besutan Marvel yang tayang di waktu berdekatan. Dimana KKN di Desa Penari mulai tayang di bioskop pada 30 April sedangkan Doctor Strange in The Multiverse of Madness diputar sejak 5 Mei 2022.

Kedua film tersebut tak hanya mampu bersaingan, bahkan di beberapa kota film tersebut mampu mengalahkan film garapan Marvel meskipun dengan jumlah layar yang lebih sedikit. Terlihat dari ludesnya tiket film bergenre horor  tersebut dalam beberapa menit dan dikabarkan akan ada penambahan jam tayang, dampak dari antusiasme masyarakat yang luar biasa.

Adanya fenomena ini menjadi angin segar sekaligus harapan bagi pelaku industri perfilman di Indonesia. Jika nantinya film-film lokal dapat menyaingi film-film besutan luar negeri sehingga bisa menjadi tuan rumah di negerinya sendiri.

Menilik dari fenomena ini terdapat poin penting yang perlu digaris bawahi untuk mendukung bangkitnya film lokal, yaitu: adanya selera dan konten yang lebih realistis. Hal ini tertangkap dalam survey beberapa lembaga bahwa 60% penonton bioskop kita memang menyukai konten lokal. Sebesar 60%, sebenarnya, penonton kita juga menikmati film yang bernuansa komedi, percintaan, horor, dan action. Maka tak heran jika film KKN di Desa Penari ini meraih kesuksesan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post

WORD OF MOUTH KHONG GUAN & MARJAN

Next Post

DEMAND SHOCK MUDIK

Related Posts
Total
0
Share