fbpx

Kritikus Makanan Profesional vs Content Creator

“Viral video ulasan negatif UMKM “Meat a Meat” dari seorang content creator”

@codebluuuu Nama UMKM sudah di sensor, tapi mau sharing aja bagi restaurant yang menjual steak viral, tolong dijaga standard cooking nya. Kalau tidak sesuai jangan menjanjinkan tingkat kematangan, nanti customer kecewa. #janganpercayasosmed ♬ Creepy, scary, horror, synth, tension – Sound Production Gin

“Kesaksian pemilik setelah direview content creator”

@ardyawanhalley23 Seneng banget gara2 video viral kemarin, omset si warung UMKM ini bisa recover.. Gw gak nyangka tindakan kecil cuma asal edit2 doank bisa Viral dan bisa bantu satu usaha UMKM untuk recover ???????? Tuhan baik banget yah bikin video gw viral kemarin ???????? semangat ya @meatameat.id ♬ original sound – Ardyawan Halley

Di era digital sekarang ini, ulasan online memiliki dampak signifikan terhadap keputusan konsumen. Banyaknya content creator kuliner dengan pengikut besar memiliki kekuatan besar dalam mempengaruhi opini publik. BUY or NAY?

Seorang kritikus makanan profesional dan seorang content creator yang memberikan ulasan makanan di media sosial memang berbagi fungsi serupa dalam memberikan penilaian tentang pengalaman bersantap.

Karena itu, restoran dan bisnis kuliner harus menyadari perbedaan 2 jenis reviewer makanan. Ini perbedaan antara CONTENT CREATOR vs KRITIKUS PRO

Kritikus PROContent Creator
+ Analisa mendalam dan objektif– Analisa subjektif
– Tidak bisa sembarang orang+ Siapapun yang punya media sosial  
+ Latar belakang di bidang kuliner atau jurnalisme gastronomi– Tidak memiliki pendidikan formal di bidang kuliner
– Menghindari konflik kepentingan+ Konflik kepentingan bisa bervariasi
+ Fokus pada etika profesional  – Fokus pada aspek hiburan dan interaksi dengan pengikut
+ Review anonim dan transparan– Review kurang transparan  
+ Ulasan dipandang lebih serius oleh industri kuliner karena lebih berwawasan dan berdasarkan penilaian yang tepat sehingga bisa mempengaruhi reputasi  – Ulasan negatif bisa viral dengan cepat, potensial menyebabkan kerugian signifikan pada bisnis dengan cepat, tergantung pada reaksi audiens mereka.  

Meskipun kritikus mungkin memberikan ulasan negatif, pendekatan harus tetap profesional dan bertujuan untuk memberikan peningkatan.

Perlu diingat! Ada metodologi kritik dalam setiap hal, termasuk dalam bidang kuliner mulai dari objektivitas, kejujuran, kerahasiaan, dan transparansi.

Jika tidak ada, jatuhnya hanya MEMBUNUH.

By the way, masih ingat sama Pak Bondan dengan Mak Nyus-nya? Beliau adalah seorang kritikus kuliner, penulis, presenter televisi dan ahli kuliner yang telah menjelajahi dan menyajikan kelezatan makanan Indonesia kepada penontonnya selama puluhan tahun. Sopan, enak, kasih masukan tapi tidak meruntuhkan apalagi membangkrutkan. Mak nyus, deh!

Bahkan, di luar negeri, biasanya kritikus makanan itu pengelola majalah kuliner yang sudah punya reputasi besar. Beberapa buku yang jadi rujukan mengritik industri kuliner:

  1. “Garlic and Sapphires: The Secret Life of a Critic in Disguise” oleh Ruth Reichl

Buku ini merupakan memoir dari Ruth Reichl, mantan editor Gourmet Magazine dan kritikus makanan untuk The New York Times. Reichl menceritakan pengalamannya dalam menyamar untuk menulis ulasan objektif tentang restoran.

  • “The Man Who Ate Everything” oleh Jeffrey Steingarten

Jeffrey Steingarten adalah kritikus makanan majalah Vogue dan buku ini mengumpulkan esai-esainya yang menggali berbagai aspek dunia kuliner. Buku ini memberikan wawasan tentang apa yang dicari kritikus makanan dan bagaimana mereka menilai makanan.

  • “Kitchen Confidential” oleh Anthony Bourdain

Meskipun lebih fokus pada kehidupan di dapur, Anthony Bourdain, chef terkenal memberikan pandangan yang tajam dan terkadang kritis terhadap industri makanan. Buku ini juga mencakup perspektif tentang bagaimana restoran menyikapi kritikus makanan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Kenapa Warung Madura Mengancam?

Next Post

Kenapa Bata Tutup?

Related Posts
Total
0
Share