fbpx

MOMENTUM BRAND MUSLIM di Tengah Boikot Israel

Seruan boikot massif dilakukan terutama pada produk yang berafiliasi dengan Israel. Menurut survei Kurious-Katadata Insight Center (KIC) dari 2.554 responden, 36% aktif melakukan boikot.

Alasannya:

#1. Ingin mendukung Palestina
#2. Protes terhadap aksi israel
#3. Prihatin terhadap situasi konflik.

Terlebih, masyarakat semakin geram dikarenakan banyak produk yang terang-terangan mendukung Israel. Bahkan ada website yang merekap semua daftar produk pro-Israel yaitu Bdnaash untuk memudahkan masyarakat dalam memilih produk.

Seruan aksi boikot ternyata sangat berpengaruh terutama pada perusahaan-perusahaan yang mempekerjakan tenaga kerja Indonesia dan menggunakan bahan baku dari dalam negeri.

Dampaknya bukan hanya terbatas pada penurunan penjualan yang mencapai 20-40%. Tapi, mencakup risiko penutupan perusahaan, tutup gerai, dan PHK karyawan seperti Nestle, McD, Pizza Hut, Unilever, Danone, L’Oréal

Seruan boikot ini sebenarnya adalah momentum “Riding The Wave” bagi brand-brand lokal Indonesia.

Pertama, bagi brand yang memposisikan dirinya sebagai brand muslim.

Kedua, brand yang ingin membangun “spiritual connection” dengan konsumen melalui kepedulian membela rakyat Palestina.

Berikut adalah brand-brand yang jeli memanfaatkan boikot Israel untuk membangun brand.

Kosmetik: Kahf, Wardah, Safi

Air minum dalam kemasan (AMDK): 212, Al Ma’soem

Pakaian muslim: Dauky, Rabbani, Zoya, Samase, Elzatta, Lozyhijab, DOA, Lozy Hijab

Makanan Sepat Saji : Ayam Jatinagor

Apa yang harus dilakukan brand muslim?

Kami punya resep ampuh bagaimana brand muslim bisa menang bersaing dgn brand konvensional, yaitu dengan mengusung UNIVERSAL VALUE. Dimana rumusnya (UV) Ini adalah

UV = functional benefit (Fb) + Emotional Benefit (Eb) + Spiritual Benefit (Sb)

Mengacu pada rumus tersebut, berikut 3 strategi “Riding The Wave” Boikot Israel yang bisa diambil:

#1. RAMADAN = PEDULI PALESTINA

Mendongkrak Eb dan Sb di momentum Ramadan kali ini dgn membangun EMOTIONAL CONNECTION dengan konsumen melalui aksi-aksi kepedulian kepada saudara kita di Gaza.

Aksinya harus simpatik dan teduh tapi impactful, tak perlu demo, tak perlu menghujat. Contohnya: misi kemanusiaan, donasi palestina, sales promo peduli palestina, penyisihan profit untuk palestina.

#2. MENDONGKRAK (Fb + Sb)

Membangun emotional connection dengan konsumen saja tidak cukup. Anda juga harus membangun FUNCTIONAL BENEFIT dengan cara mendongkrak kualitas produk.

Dgn bekal emotional connection di atas, minimal produk Anda memiliki kualitas sejajar dengan produk-produk terafiliasi Israel dengan harga yg lebih murah (“SAME for LESS”: same quality, less price).

#3. SUBSTITUSI PRODUK LOKAL

Setelah yakin produk Anda “same for less”, maka Anda siap melakukan kampanye “Call to Action (CTA)” untuk mengajak konsumen beralih ke produk bangsa sendiri.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

MAL, BERBENAHLAH!!! SEBELUM BENAR-BENAR MENJADI ZOMB*E

Next Post

GELIAT BISNIS UMROH Milenial dan Gen Z

Related Posts
Total
0
Share