fbpx

Overtourism: Pisau Bermata Dua Pariwisata

Sentakan datang dari media asing melalui artikelnya yang berjudul “Not quite the Bali it used to be? This is what overtourism is doing to the island.”

Channel News Asia, menilai suasana di Bali sudah tidak sesantai dan sebebas dulu. Bali telah mengalami “overtourism” atau ledakan wisatawan hingga terjadi kemacetan.

Overtourism menyebabkan dampak negatif berupa kerusakan pada lingkungan alam, infrastruktur, sumber daya lokal, dan pengalaman serta kualitas wisata yang buruk.

Tak hanya berdampak pada wisatawan, overtourism juga menimbulkan ketidaknyamanan pada penduduk lokal. Mulai dari timbulnya sampah yang tidak diimbangi dengan fasilitas pengelolaan sampah, perubahan struktur sosial, perubahan gaya hidup, komodifikasi budaya, dan lain sebagainya.

Ternyata masalah overtourism sudah menjadi topik hangat di berbagai destinasi populer seluruh dunia, tidak hanya di Bali saja. Kota lain yang mengalami overtourism meliputi:

  1. Venesia, Italia
  2. Barcelona, Spanyol
  3. Santorini, Yunani
  4. Islandia
  5. Macchu Picchu, Peru
  6. Kyoto, Jepang.


Mengapa overtourism bisa terjadi di Bali?

  1. Popularitas yang tinggi

Bali dikenal secara internasional dengan keindahan alam, budaya yang unik, dan keramahtamahan penduduk.

  • Aksesibilitas yang mudah

Penyediaan akses yang mudah dan terjangkau baik melalui penerbangan langsung dari berbagai negara maupun promosi pariwisata

  • Infrastruktur yang terpusat

Pengembangan infrastruktur pariwisata yang terpusat hanya di beberapa area tertentu seperti Kuta, Seminyak, dan Ubud

Lalu, Bagaimana cara menghindari Overtourism?

  1. Promosi destinasi alternatif
  2. Pengelolaan waktu kunjungan
  3. Peningkatan Kesadaran wisatawan
  4. Kuota wisatawan
  5. Peningkatan tarif wisata
  6. Pengembangan berkelanjutan
  7. Keterlibatan masyarakat lokal

Nah berikut, ada contoh negara yang sudah menerapkan pengendalian overtourism yang bisa kita pelajari dan contoh

  1. Dubrovnik, Kroasia terkenal karena menjadi salah satu lokasi syuting “Game of Thrones.” Mereka telah membatasi jumlah kapal pesiar dan pengunjung harian untuk mengatasi masalah keramaian yang berlebihan
  2. Amsterdam, Belanda yang membatasi sewa jangka pendek seperti Airbnb dan mengalihkan fokus dari promosi pariwisata.

Banyak negara dan pemerintahan lokal membutuhkan wisatawan. Namun harus disadari, jika overtourism terjadi, maka ia bisa menjadi pedang bermata dua: menguntungkan, sekaligus merugikan dalam jangka panjang. (*)

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

SEMAKIN HUMANIS, SEMAKIN LARIS

Next Post

Momentum Nation Brand Lewat Sepak Bola

Related Posts
Total
0
Share