fbpx

Paceklik Startup Digital

Lima tahun lalu membangun bisnis serasa (baca: soalah-olah) mudah. Cari ide brilian, rumuskan model bisnis digital (tentu dengan pitch deck-nya), cari investor global, bakar duit, lalu valuasi triliunan rupiah, dan sang founder menjadi selebriti+motivator diundang seminar sukses di mana2.

Namun tahun ini gambaran indah itu mulai kelabu. Satu-persatu startup digital itu mulai bertumbangan. Minggu ini kita mendengar berita Zenius mem-PHK karyawan. Tak hanya itu thn ini LinkAja, TaniHub, UangTeman, Fabelio hingga JD.ID  juga melakukan langkah sama.

Kita menunggu, apakah “DOMINO EFFECT” ini bakal berlanjut atau bahkan “digital startup bubble” segera meletus. Tak hanya itu, gambaran muram juga tercermin dari  kinerja 2 startup digital pertama yang melantai di bursa: Bukalapak dan GoTo.

Jauh dari dugaan kami, kedua emiten ini tak cukup mendapatkan sentimen positif di pasar sehingga harga sahamnya kurang menggembirakan.

Pandemi menjadi alasan jebloknya startup digital yang umumnya dibesut founders milenial ini. Di era DIGITAL DISRUPTION mereka mendisrupsi perusahaan-perusahaan besar-mapan. Namun ironis, di era PANDEMIC DISRUPTION mereka justru didisrupsi oleh Covid-19. Covid-19 (ditambah perang Rusia vs Ukraina) membuat bisnis mereka babak-belur.

Pertanyaannya, mampukah mereka bangkit pasca pandemi?

Kebanyakan founder startup digital ini adalah pebisnis awal yang minim pengalaman lapangan. Mereka piawai merancang model bisnis digital utk dijual ke venture capital (VC) namun minim pengalaman eksekusi.

Banyak dari mereka lulusan IT dari Stanford or Harvard namun minim pemahaman detail-detail bisnis di akar rumput. Lebih celaka lagi, selama ini praktis mereka blm pernah gagal, yang ada adalahl success story dan pujian terutama dari media. Baru di masa pandemi ini mereka betul-betul merasakan pahitnya kegagalan.

Kini harapan tertumpu pada VC dan korporasi besar yang selama ini menyuntik dana, meng-assist manajemen, dan mem-back operasi mereka.

Mampu dan maukah mereka menyuntikkan dana, ekspertis, dan terutama pengalaman bisnis kpd startup-startup tersebut agar mereka mampu memecahkan persoalan dan melewati badai pandemic disruption.

Semoga badai segera berlalu dan mereka sukses melewatinya.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published.

Previous Post

Pemasaran By Penasaran | Case: KKN Desa Penari

Next Post

The Pioneer of Muslimah Salon

Related Posts
Total
0
Share