fbpx

RIDING THE WAVE “PEMILU”

Meski Pemilu sudah usai, patut diakui beberapa bulan terakhir Pemilu Capres/Cawapres memang hot. Jajak pendapat Kompas mengungkap ada 70.6% yang menyatakan menyaksikan debat. Debat Capres yang pertama menuai 23.8 juta engagement. Tak heran jika banyak brand/produk yang “Riding the Wave” sebagai bagian strategi marketing mereka.

Dalam buku “FOMO Marketing for FOMO Sapiens” (2022), Riding the wave (RTW) adalah menunggangi konten yang sedang liar menjalar. Dimana brand memanfaatkan isu yang hangat dan banyak dibicarakan masyarakat untuk menaikkan brand awareness.

Berikut adalah brand-brand yang cerdas menunggangi FOMO Pemilu 2024

  1. Terakhir, “Riding The Wave” via desain dimanfaatkan oleh Brand Vivo untuk mengenalkan produknya yaitu alat kontrasepsi. Dimana Brand Ambassador yaitu Jefry Nikhol berpose dengan menggunakan pakaian kelinci lengkap dengan nomor coblos yang sebenarnya adalah angka diskon.

1. Gojek memanfaatkan desain dengan gaya khas spanduk Caleg. Lengkap dengan nama partai beserta programnya namun sebenarnya spanduk tersebut sedang memaparkan keunggulan dan manfaat dari fitur Gocar.

2. “Riding The Wave” juga dilakukan oleh Tonata Safety yang mengiklankan perlengkapan keselamatan kerja dengan memanfaatkan desain spanduk caleg untuk menampilkan produknya, salah satunya APAR.

3. Terakhir, “Riding The Wave” via desain dimanfaatkan oleh Brand Vivo untuk mengenalkan produknya yaitu alat kontrasepsi. Dimana Brand Ambassador yaitu Jefry Nikhol berpose dengan menggunakan pakaian kelinci lengkap dengan nomor coblos yang sebenarnya adalah angka diskon.

Selain gaya khas spanduk caleg, debat capres dan cawapres banyak melahirkan slogan atau tagline. Slogan tersebut bermunculan dan menjadi perbincangan hangat di internet.

Salah satu tagline yang viral adalah “YANG BENER AJE, RUGI DONG!” Tagline itu semakin banyak digunakan setelah Pak Mahfud menyeletuk di debat Cawapres terakhirnya.

1. Riding The Wave pada tagline atau slogan dilakukan oleh brand Blibli.com dengan reelsnya

2. Shopee pun tidak mau kalah “Riding the Wave” yang semakin meneguhkan prinsip bahwa “Virality is Authentic”

Masih menurut buku FOMO Marketing, stategi Riding the Wave banyak digunakan karena tiga alasan:

  1. Low budget, High Impact
  2. Relatif bisa dikontrol alias tak liar
  3. Memiliki exposure coverage yang besar karena memanfaatkan viral yang telah menyebar luas

Tapi, perlu diingat bahwa memanfaatkan momentum juga membutuhkan keahlian layaknya seorang surfer atau peselancar, maka para marketer harus:

  1.  Mampu membaca peristiwa dan kondisi
  2.  Tahu memposisikan diri, posisi yang menguntungkan
  3.  Mengambil timing yang tepat dalam menunggangi gelombang tren

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

E-Book Lei-Sharia

Next Post

SPONTAN!!! Uhuyy! Komeng Menang

Related Posts
Total
0
Share