fbpx

SIKAP TURIS = NATION BRANDING

Viral turis yang merusak Bunga Sakura dan makan lesehan di Bandara Changi, Singapura!!!

Akhir-akhir ini netizen dihebohkan dengan video yang menampilkan rombongan turis Indonesia merusak Bunga Sakura di Jepang. Dalam videonya, seorang pria sambil cekikikan menggoyang-goyangkan dahan Pohon Sakura hingga bunga-bunganya rontok dan rantingnya berjatuhan.

Padahal di Jepang sendiri, untuk menikmati keindahan Bunga Sakura ada etikanya. Bahkan sampai ada tradisi Hanami.

Kehebohan tak berhenti hanya disitu saja, adanya rombongan wisatawan Ibu-Ibu asal Indonesia yang menggelar tikar menambah citra buruk bagi Indonesia. Pasalnya mereka makan lesehan lengkap dengan cobek berisi sambal khas budaya Indonesia di salah satu sudut Bandara Changi, Singapura.

Perilaku wisatawan tersebut tentunya bukan perilaku yang baik. Terlebih perilaku tersebut akan berimbas pada Nation Brand yang membuat Indonesia dikenal bercitra atau bereputasi buruk di kancah Internasional. Saat ini, Indonesia sendiri masih berada di peringkat 43 dari 60 negara menurut Nation Brand Anholt-Ipsos Index tahun 2021.

Mengapa citra wisatawan bisa berdampak pada citra pariwisata?

1.            Pariwisata itu bukan hanya milik Negara, tetapi punya semua orang Indonesia.

Ketika wisatawan dari Indonesia berperilaku buruk di luar negeri, hal tersebut dapat menciptakan kesan negatif terhadap Indonesia sendiri di mata masyarakat Internasional. Tidak hanya dalam konteks pariwisata, tetapi juga hal budaya, etika, dan moral.

2.            Wisatawan Indonesia = Ambassador Indonesia

Jika ada perspektif negatif terhadap perilaku wisatawab Indonesia, wisatawan potensial menjadi ragu untuk berkunjung ke Indonesia. Hal ini tentunya dapat mengurangi jumlah kunjungan wisatawan dan berdampak pada pendapatan dari sektor pariwisata.

Branding menjadi proses kontinu yang tak boleh dianggap remeh jika suatu negara ingin dikenal dan dikunjungi oleh warga negara lain. Kita juga pengen kan Indonesia dikenal dan selalu harum namanya di Mancanegara?

“Branding adalah sebuah investing. Apabila ada kenaikan nation brand sebesar 10%, maka turisme kita akan naik sebesar 11% dan investasi kita anak naik sebesar 2%,” kata Pak Arief Yahya, Mantan Menteri Pariwisata.

Gimana caranya biar kita bisa mengharumkan nama Indonesia di mata Internasional?

Tipsnya adalah “Be Responsible Tourist!”

Kesadaran kolektif dan tanggung jawab dimulai dari diri sendiri, karena yang malu kita sendiri jika melakukan tindakan yang tidak menyenangkan. Kita harus menghormati budaya lokal orang lain.

Dan salah satu langkah mudah menaikkan nation brand Indonesia itu dimulai dari diri kita sendiri.

Kita juga suka lihat kan bule-bule di Bali yang gak punya SIM tapi sewa motor dan berlaku kurang baik saat mengendarai motor? Kurang enak dilihat mata, bukan?

Maka dari itu agar tidak di cap jelek, kita harus mencontohkan bahwa budaya Indonesia itu ramah tapi tetap taat pada aturan dan toleransi akan budaya sekitar. Dan upaya untuk mengatasi masalah Nation Branding ini perlu melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah, pelaku pariwisata, dan masyarakat secara keseluruhan.

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

Perkembangan Zaman Terus Berubah, TRANSFORMASI Menjadi Kunci Untuk Relevan dan Agile – Nur Effendi

Next Post

KILAU EMAS JELANG LEBARAN

Related Posts
Total
0
Share