Bisnis Kuliner Gagal, Bukan Karena Gagal Jualan, Tapi Gagal Bertahan

Mixue sempat jadi bintang di dunia F&B. Gerainya muncul di mana-mana, antrean panjang, viral di TikTok, dan jadi bahan obrolan netizen. Julukannya bahkan sempat bikin geleng-geleng kepala: “Malaikat Pencabut Ruko Kosong.” Tapi seperti banyak tren lain di dunia kuliner, bintang itu meredup cepat. View this post on Instagram A post shared by Yuswo Hady (@yuswohady) […]
BookTok dan Kebangkitan Toko Buku yang Hampir Mati

Beberapa tahun lalu, toko buku fisik seperti makhluk hidup yang menunggu ajal. Penjualan terus turun, minat baca dianggap mati suri, dan mayoritas orang lebih sibuk dengan ponsel daripada halaman buku. Tapi siapa sangka, TikTok — aplikasi yang dikenal karena joget dan konten hiburan ringan — justru jadi penyelamat dunia buku. View this post on Instagram […]
“Affordable Quality”: Senjata Tersembunyi China yang Mengguncang Dunia

Selama ini kita terbiasa menganggap bahwa produk terbaik selalu datang dari Barat. Amerika dan Eropa dianggap pusat inovasi, kualitas, dan standar tinggi. Tapi satu dekade terakhir, asumsi itu mulai runtuh — pelan tapi pasti — oleh satu negara: Tiongkok. Mereka datang bukan dengan gaya mewah atau harga premium, tapi dengan strategi yang justru lebih membumi […]
Kasus eFishery: Ketika Misi Mulia Tak Cukup

eFishery memulai perjalanan dengan niat baik. Mereka membawa misi besar: membuat teknologi akuakultur yang terjangkau dan bisa memberdayakan pembudidaya ikan di seluruh Indonesia. Sebuah visi yang patut dihargai. Namun belakangan, semua itu tercoreng. Nama eFishery kini lebih dikenal karena dugaan fraud dan manipulasi laporan keuangan. Apa yang awalnya dibangun dengan semangat sosial, justru ambruk karena […]
Kenapa Kopi Tuku Disukai Anak Muda? Ini Jawaban Jujurnya

Kopi Tuku baru-baru ini bikin langkah besar: mereka membeli hak penamaan Stasiun MRT Cipete Raya. Artinya, nama stasiun itu sekarang identik dengan brand mereka. Ini bukan cuma keren, tapi juga bikin Tuku jadi brand kopi pertama di Indonesia yang berani main selevel itu dalam urusan branding. Tapi branding bukan satu-satunya alasan Tuku makin disukai. Di […]
Apa yang Sebenarnya Terjadi dengan Bukalapak?

Ketika Bukalapak resmi melantai di bursa pada 2021, publik disuguhi narasi pertumbuhan (growth story) yang begitu menggoda. Narasi itu menjanjikan masa depan cerah, ekspansi besar-besaran, dan posisi kuat di industri e-commerce Indonesia. Tapi hari ini, hanya beberapa tahun kemudian, kenyataan berbicara lain: Bukalapak justru memilih keluar dari bisnis utamanya dan beralih ke jualan pulsa. View […]
GCG dan Goyahnya Startup: Kenapa Banyak yang Tumbang?

Banyak startup digital yang dulu berjaya kini satu per satu tumbang. Bukalapak yang pernah menjadi pemain besar di marketplace kini hanya fokus menjual pulsa dan layanan digital lainnya setelah menyerah dalam persaingan. View this post on Instagram A post shared by Yuswo Hady (@yuswohady) Namun, kegagalan startup tidak selalu karena strategi bisnis yang salah atau […]
Koin Jagat: Fenomena Halu Menjadi Kaya Instan

Koin Jagat menjadi viral di Indonesia karena menawarkan konsep “berburu harta karun digital” melalui aplikasi sosial Jagat. View this post on Instagram A post shared by Yuswo Hady (@yuswohady) 1. Mimpi Kaya MendadakBanyak orang tertarik dengan Koin Jagat karena memberikan ilusi bisa mendapatkan uang dengan cepat tanpa perlu usaha besar. Ini mirip dengan tren flexing, […]
Winner Takes All: Dominasi Shopee dan Tokopedia di E-Commerce Indonesia

Pasar digital sering kali mengikuti prinsip “winner takes all”, di mana hanya satu atau dua pemain besar yang bertahan, sementara yang lain satu per satu tumbang. Di AS, Amazon mendominasi e-commerce. Di Indonesia, tren yang sama terjadi dengan semakin kuatnya duopoli Shopee dan Tokopedia. View this post on Instagram A post shared by Yuswo Hady […]
Pelajaran dari Gugurnya E-Commerce di Indonesia

Selama lima tahun terakhir, banyak e-commerce yang tumbang, termasuk Bukalapak, JD.ID, Blanja.com, dan Rakuten Indonesia. Apa yang bisa dipelajari dari kegagalan mereka? View this post on Instagram A post shared by Yuswo Hady (@yuswohady) 1. Tidak Memahami Pasar LokalSetiap negara memiliki karakteristik unik dalam perilaku konsumsi digital. Contohnya: 2. Terjebak dalam Perang Harga Tanpa Strategi […]