fbpx

THE POWER OF “KELINGKING TINTA”

Hari Pemilu menjadi hari libur nasional, maka mall menjadi salah satu tempat yang ramai dikunjungi, tidak hanya menjadi momen pencoblosan, 14 Februari juga menjadi momen yang tepat untuk berburu promo menarik dari berbagai sektor industri.

Para pemilih yang telah menggunakan hak pilihnya bisa mendapatkan diskon dengan mudah, yaitu cukup memperlihatkan tinta di jari kelingking sebagai bukti telah menyalurkan hak pilihnya.

Kenapa “pemilu promo” di hari pencoblosan begitu impactful?

Prinsip FOMO Marketing bekerja efektif di sini.

#1. LIMITED TIME

Brand dan pemilik mall berlomba-lomba menciptakan promo yang berlaku terbatas hanya satu hari. Jadi prinsip FOMO Marketing: “Limited Time, Limited Availability” dimanfaatkan brand/pemilik mall untuk “Riding the Wave” pemilu.

Dalam buku FOMO Marketing salah satu prinsip dasar membangun relevansi adalah momentum atau riding the wave. Memanfaatkan “saat yang tepat” menjadi fokus utama strategi ini, kesempatan di saat yang tepat seringkali tak bisa terulang, sehingga merupakan kesempatan emas.

Ditambah lagi keterbatasan waktu promo yang diberikan khusus di hari pemilu, berhasil membentuk persepsi kelangkaan. Dimana bias kelangkaan ini menciptakan urgensi consumen untuk segera membeli.

#2. IT’S FUN: “RAYAKAN KELINGKING FUN”

Namanya “pesta demokrasi”, maka harus dirayakan. Stigma positif inilah yang kini diyakini banyak masyarakat kita. Bagi kaum urban, bentuk pesta itu adalah dengan ngemall dan belanja diskon.

Perbincangan dan viral flyer promo di media sosial mengkatalisasi “aksi ikut-ikutan” para voters menyerbu mall untuk mendulang promo brand sebanyak-banyaknya.

#3. COMMON EXPERIENCE

Pasca mencoblos, sore dan malam banyak netizen yang menyerbu promo di mall-mall (terutama makan-makan) dan membagikan foto-foto “KELINGKING TINTA” di Instagram & TikTok.

Aksi ini menciptakan “COMMON EXPERIENCE”, yaitu pengalaman bersama netizen yang pada gilirannya akan menggerakkan kita untuk melakukan hal serupa.

Inilah kekuatan terbesar yang menggerakkan orang berduyun-duyun ke mall untuk memanfaatkan Pemilu Promo.

Inilah “The power of KELINGKING TINTA”.

Memanfaatkan momentum juga membutuhkan keahlian layaknya seorang surfer, maka para marketer harus:

+ Mampu membaca peristiwa dan kondisi
+ Tahu memposisikan diri, posisi yang menguntungkan
+ Mengambil timing yang tepat dalam menunggangi gelombang tren

Total
0
Shares
Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Previous Post

YANG AYU YANG MENANG PEMILU

Next Post

PEMIMPIN ITU DIUKUR DARI SUCCESS STORY! – PERJALANAN KARIR Achmad Soegiarto

Related Posts
Total
0
Share